banner 728x250

Kunci Jawaban Kelas 6 Halaman Halaman 115 116 Tema 3, Mengenai Tokoh dan Penemuan

Kunci Jawaban Kelas 6 Halaman Halaman 115
banner 120x600
banner 468x60

sf-teacher.org – Bagi anda yang bingung dan mencari kunci jawaban kelas 6 halaman 115 116 Tema 3, mengenai tokoh dan penemuan. Maka anda tepat berada di artikel ini, dimana kali ini kami SF-Teacher.org akan berbagi kunci jawaban yang semoga bisa membantu anda.

Diharapkan dengan kunci jawaban ini, dapat membantu siswa maupun orang tua atau wali siswa mendampingi anak didik untuk menjawab pertanyaan dengan benar.

banner 325x300

Harap diingat dimana kunci jawaban yang kami berikan hanya sebagai bahan evaluasi saja dan semoga siswa dapat menjawab pertanyaan dengan jawaban sendiri setelah memahami materi yang dibahas di halaman ini.

Baca Juga  Kunci Jawaban Lengkap Bahasa Indonesia Untuk Kelas 9 Halaman 14, 15, dan 16 Rantai Makanan di Antartika

Tanpa basa-basi lagi, berikut pembahasan, soal dan kunci jawaban Kelas 6 Halaman Halaman 115 116 Tema 3 yang dapat anda simak dibawah ini.

Kunci Jawaban Kelas 6 Halaman Halaman 115

Kelas 6 Tema 3 Tokoh dan Penemuan Subtema 3 Ayo Menjadi Penemu Pembelajaran 1

Kita sudah mempelajari tokoh-tokoh dunia dengan penemuannya. Lalu, sikap-sikap seperti apakah yang harus dimiliki untuk menjadi seorang penemu? Ayo, kita belajar dari Pak Habibie!

Ayo Membaca

Baca dengan teliti teks biografi tentang perjalanan hidup Bapak Habibie, berikut ini:

Disiplin dan Kerja Keras Awal dari Sebuah Inovasi yang Cemerlang

Prof. DR. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie adalah Presiden ketiga RI yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Beliau dilahirkan di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, tanggal 25 Juni 1936.

Baca Juga  Kunci Jawaban Kelas 9 Bahasa Indonesia Halaman 37 Kegiatan 2, Cara-Cara Memersuasi Full Pembahasan

Masa Kecil

Masa kecil Habibie dilalui di Pare-Pare. Sikap hidup disiplin dan kerja keras telah ditunjukkan Habibie sejak kanak-kanak. Ia memiliki semangat tinggi pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia melanjutkan SMA di Bandung dan prestasinya selalu menonjol terutama pada pelajaran IPA dan Matematika.

Perjuangan Keras di Perantauan

Didukung oleh kemauan keras untuk belajar, selepas SMA beliau masuk di ITB (Institut Teknologi Bandung) kemudian mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah di Jerman jurusan Konstruksi Pesawat Terbang. Ia bertekad bulat untuk bekerja keras dan harus sukses. Habibie selalu menggunakan musim liburannya dengan bekerja mencari uang untuk membeli buku sebagai pendukung sekolahnya.

Tahun 1960, Habibie mendapat gelar Diploma Ing di Jerman dengan nilai sempurna. Ia bekerja di industri kereta api Jerman dan berhasil menemukan cara untuk membuat 1.000 wagon kereta api berkekuatan tinggi. Di pagi buta, Habibie harus berjalan kaki cepat ke tempat kerja yang jauh untuk menghemat kebutuhan hidup, kemudian pulang pada malam hari dan belajar untuk kuliahnya. Tahun 1965 Habibie mendapat gelar Dr. Ingenieur dengan nilai sangat sempurna.

Buah dari Kerja Keras

Habibie kemudian bekerja di industri pesawat terbang Jerman. Karena sikap disiplin dan kerja keras, karirnya terus naik hingga dipercaya menjadi Vice President sekaligus Direktur dan Penasihat Senior bidang teknologi. Ia menjadi satu-satunya orang Asia yang berhasil menduduki jabatan bergengsi di perusahaan pesawat terbang Jerman.

Kecintaan pada Tanah Air

Tahun 1968, Habibie mengundang 40 insinyur Indonesia untuk bekerja di Jerman guna mempersiapkan keterampilan dan pengalaman mereka dalam membuat produk industri dirgantara, maritim, dan darat di tanah air. Tahun 1974, Habibie diminta pulang ke tanah air dan menjadi penasihat pemerintah di bidang teknologi pesawat terbang. Ia menjadi Menteri Negara Riset dan Teknologi hingga menjadi Wakil Presiden dan Presiden RI ke-3.

Prestasi Cemerlang Buah dari Disiplin dan Kerja Keras

Habibie menyumbang berbagai penemuan dan sejumlah teori di bidang konstruksi pesawat terbang, seperti “Habibie Factor“, “Habibie Theorem” dan “Habibie Method“ yang dipakai oleh universitas di seluruh dunia. Ia dijuluki sebagai “Mr. Crack” karena menemukan rumus untuk menghitung cacat badan pesawat terbang. Ia juga menerima banyak penghargaan dan prestasinya diakui berbagai lembaga internasional seperti di Jerman, Inggris, Swedia, Prancis, dan Amerika Serikat serta menerima penghargaan yang hampir setara dengan Hadiah Nobel.

Habibie: Bapak Teknologi Indonesia

Tahun 1976, Habibie mendirikan industri pesawat terbang pertama di kawasan Asia Tenggara yaitu PT Nurtonio dan industri strategis lainnya. Industri binaannya berhasil memproduksi pesawat terbang, helikopter, senjata, amunisi, kapal, tank, panser, water cannon, kendaraan RPP-M, kendaraan tempur dan masih banyak lagi baik untuk keperluan sipil maupun militer.

Ditingkat dunia, Habibie terlibat dalam berbagai proyek desain dan konstruksi pesawat terbang seperti Fokker pesawat angkut militer, jet eksekutif, Airbus, pesawat angkut dengan teknologi mendarat dan lepas landas secara vertikal, CN-235, dan CN-250. Selain itu, Habibie secara tidak langsung ikut terlibat dalam proyek perhitungan dan desain helikopter, pesawat tempur multifungsi, beberapa peluru kendali dan satelit di tingkat dunia.

 

1. Apa topik masalah dari teks tersebut?

Jawaban:
Biografi Prof Dr. Ing.Bacharuddin Jusuf Habibie

2. Apakah teks tersebut adalah jenis teks eksplanasi ilmiah?

Jawaban :
Tidak. Karena teks tersebut berisi informasi riwayat hidup.

3. Apa pesan yang ingin disampaikan penulis melalui teks tersebut?

Jawaban :
Pesan yang ingin disampaikan adalah kunci keberhasilan B.J Habibie adalah disiplin, kerja keras dan semangat yang tinggi.

Diskusikan pertanyaan tersebut bersama teman, dan tuliskan jawabannya.

Cermati kembali teks eksplanasi “Pensil, si Kecil yang Amat Penting”, pada pembelajaran sebelumnya.

Perhatikan kata bercetak miring yang terdapat pada teks tersebut. Diskusikan pertanyaan berikut bersama teman:

1. Apakah kosakata tersebut telah sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI)? Jelaskan alasannya!

Jawaban :
Kosakata tersebut belum sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) karena kosakata tersebut biasa digunakan pada acara non-formal, seperti saat berbicara kepada teman dalam kehidupan sehari-hari.

2. Di mana dan kapan biasanya kamu menemukan penggunaan kosakata tersebut?

Jawaban :
Di lingkungan sekitar saat berbicara dengan teman dalam kehidupan sehari-hari.

3. Kapan saat-saat kita dapat menggunakan kosakata tersebut? Dan saat kapan kita sebaiknya tidak menggunakan kata-kata tersebut? Jelaskan alasannya!

Jawaban :
Kita dapat menggunakan kosakata tersebut saat berbicara dengan teman dalam kehidupan sehari-hari.

Sekian informasi mengenai Kunci Jawaban Kelas 6 Halaman Halaman 115 116 Tema 3 yang semoga bisa membantu anda selaku siswa atau wali siswa untuk dijadikan sebagai bahan pembelajaran dan evaluasi untuk mengerjakan soal beserta kunci jawabannya.

Sebagai catatan, kunci jawaban ini tidak mutlak 100% benar jadi diharapkan para siswa dapat menjawab sendiri pertanyaan dan soal yang ada.

 

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *